Dokter Hewan, hmmm pada awalnya saya juga bertanya-tanya benarkah saya akan mengambil study di bidang ini? Yakin? bagaiman dengan minat saya di bidang bahasa dan hubungan internasional?
Kisah saya bermula ketika SNMPTN jalur undangan 2012 dibuka, ketika semua sibuk mempersiapkan dan berkonsultasi dengan guru BK tentang jurusan dan universitas apa yang sebaiknya mereka ambil, begitu pula dengan saya, berkali-kali saya bolak-balik ruang BK sekedar menanyakan "Bu, saya sebaiknya ambil jurusan apa?" dan berkali-kali pula guru BK saya menjawab "Ya, terserah kamu mau ambil apa, yang sekiranya kamu sanggup dan minat disitu". Saya tahu saya sangat ingin masuk Hubungan Internasional mengingat impin saya yang ingin pergi keliling dunia dan saat itu saya berfikir menjadi duta besar adalah salah satu jalan yang bisa memudahkan impian saya yang satu ini. Namun pilihan saya ini harus kandas mengingat saya yang anak IPA tidak boleh mengambil jurusan Hubungan Internasional yang notabene adalah jurusan anak IPS. Terbersit keinginan untuk mengambil Teknik pertambangan dan perminyakan atau Ilmu Gizi, dan sekali lagi semua itu harus kandas karena terhalang ridha orang tua yang tidak mengijinkan saya mengambil Teknik Pertambangan, "Berat, kamu kan perempuan", begitu kata ayah saya. Saya sebenarnya agak sebal pada saat itu karena peraturan sekolah saya yang tidak memperbolehkan anak-anaknya memilih sendiri, yah... jadi dikotak-kotak begitu, "yang rata-rata nya 8,5 keatas masuk UGM, yang rata-ratanya sekian sampai sekian masuk univ ini dengan jurusan ini, ini, ini dan ini" ingin rasanya protes pada waktu itu <walaupun saya masuk ke dalam golongan yang baik nilainya, tapi saya juga tahu bagaimana rasanya diberlakukan tidak adil> pada akhirnya karena banyak yang protes kami pun bebas memilih jurusan dan universitas yang kami minati dengan resiko di tanggung penumpang :D
Sampai 2 hari sebelum pendaftaran saya masih bingung akan jurusan apa yang akan saya ambil, pernah saya membahas dengan orang tua saya ketika saya ceritakan tentang jurusan kedokteran hewan,ketika saya katakan betapa keberatannya saya masuk jurusan itu namun ibu saya saat itu meminta agar anaknya ada yang bisa menjadi dokter walaupun itu dokter hewan, ayah saya juga mendukung saya mengambil jurusan itu. Setelah sya pertimbangkan pada hari H saya mantap mengambil jurusan Kedokteran Hewan di UGM pada pilihan pertama, saat pengumuman tiba ternyata saya diterima di jurusan dan univ tersebut.
Ada perasaan bahagia namun juga ragu-ragu, benarkah saya yakin kan mendalami ilmu ini? siapkah saya di bidang ini padahal dengan ulat dan ular saja saya geli?
Seiring berjalannya waktu saya paksakn diri saya menyenangi bidang ini, dan ternyata benar saja perasaan cinta dan care kepada hewan itu langsung muncul, entah kenapa saya sekarang sangat menyayangi hewan, saya baru sadar mungkin ini memang minat tersembunyi saya :)
Ditambah lagi dengan motivasi-motivasi dari beberapa dokter dan narasumber bahwa menjadi dokter hewan itu tidak seperti yang orang awam pikirkan, yang dianggap remeh, tapi menjadi doker hewan itu adalah profesi yang sangat membanggakan dan sangat penting dalam menjaga keseimbangan kesehatan masyarakat , anda tentu pernah dengar tentang penyakit zoonotik? ya, penyakit yang menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya, anda tentu pernah mendengar hebohnya penyakit flu burung yang telah menggemparkan dunia beberapa waktu yang lalu dan memang sampai saat ini masih terus dijaga agar tidak terjadi lagi wabah tersebut, atau antrax dan penyakit kuku dan mulut yang terkenal keganasannya yang dapat merenggut nyawa itu?
Untuk mencegah semua itu meluas tentu diadakan tindakan pencegahan dan pembasmian dari sumbernya, disinilah tugas dokter hewan sangat penting, kami memang tidak terlihat adorable seperti dokter manusia yang di elu-elukan masyarakat, bahkan sampai setiap orang tua hampir 90% menyuruh anaknya menjadi dokter, tapi kami bekerja di garda depan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dunia , tentunya kami juga bekerjasama dengan ahli-ahli di bidang medis lain, kami berperan menjaga kesehatan daging yang dikonsumsi masyarakat, mejaga gizi masyarakat, menjaga keseimbangan ekosistem
Dan yang paling penting menurut saya pribadi adalah karena kita sebagai makhluk tuhan tidak hidup sendirian, kita hidup di bumi berdampingan dengan hewan dan tumbuhan, oleh karena itu kita harus saling menjaga dan merawat, kita butuh hewan begitu pula sebaliknya. Sahabat saya, tugas dokter hewan itu adalah profesi yang mulia, banyak dari kami yang berangkat dari hati, berangkat dari kepedulian kami terhadap sesama makhluk hidup, kami tidak semata-mata mengejar materi tetapi kami mengabdi :)
Dokter hewan juga lebih pandai dari dokter manusia, bayangkan dokter manusia hanya mempelajari dan mengobati 1 jenis spesies sedangkan kami? ada berapa banyaknya spesies hewan di muka bumi ini? dan tentu saja setiap spesies itu berbeda penanganan dan perawatannya, kami unik dan kami penting :)
Apa jadinya dunia tanpa dokter hewan???
Sahabatku,. sesungguhnya apapun bidang profesi yang sedang kita kerjakan kita sama-sama penting dan sama-sama dibutuhkan masyarakat, satu sektor saja hilang maka tidak akan seimbang, bahkan kita perlu adanya pemulung karena tanpa mereka bayangkan berapa banyak orang yang malas mengurusi sampah dan memungutnya jika semua begitu betapa kotornya lingkungan kita, walau memang materi yang dihasilkan memang tidak sama tapi keadilan bukan berarti semua harus sama rata kadarnya :)
Berbanggalah atas profesi anda,. dan saya bangga menjadi Dokter Hewan <kandidat>
Bagaimana dengan anda???